logo

Dari Lereng Gunung Talamau, Joel Pasbar Hadirkan Karya Sastra untuk Indonesia, Bedah Buku Digelar 11 Juli 2026

 


Pasaman Barat One Detik –  Nama Kecamatan Talamau kembali mencuri perhatian melalui dunia literasi. Dari Nagari Simpang Timbo Abu, sebuah nagari yang berada di lereng megah Gunung Talamau, lahir seorang penulis muda yang konsisten menorehkan karya di dunia sastra, Joel Pasbar.

Siapa sangka, dari kawasan yang dikenal akan keindahan alamnya itu, tumbuh sosok penulis dengan ketajaman dalam merangkai kata dan membaca realitas kehidupan. Melalui karya-karyanya, Joel Pasbar terus menunjukkan bahwa potensi besar dapat lahir dari kampung, kemudian berbicara kepada pembaca yang lebih luas.

Karya terbarunya, "Sepotong Bulan di Saku Aruna", akan dibedah dalam sebuah forum literasi pada 11 Juli 2026 mendatang. Kegiatan tersebut digagas oleh Forum Pegiat Literasi (FPL) Pasaman Barat bekerja sama dengan seorang tokoh literasi  talamau Fakhrida Revalianti, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan karya-karya sastra ke tengah masyarakat.

Bagi Forum Pegiat Literasi Pasaman Barat, kegiatan bedah buku bukan sekadar seremoni. Sejak lama, FPL secara konsisten menjadikan forum semacam ini sebagai ruang bertemunya penulis, pembaca, pelajar, pendidik, dan masyarakat untuk mendiskusikan karya serta memperkuat budaya membaca. "Sepotong Bulan di Saku Aruna" merupakan buku kelima karya Joel Pasbar. Selain menjadi judul salah satu cerpen di dalamnya, kalimat tersebut juga menjadi benang merah yang merangkai keseluruhan cerita dengan mengangkat tema kehidupan yang dekat dengan realitas masyarakat.

Joel Pasbar mengungkapkan, harapan terbesarnya sebagai penulis adalah agar buku tersebut dapat dibaca oleh sebanyak mungkin orang, terutama kalangan tenaga pendidik dan para siswa. "Harapan saya, buku ini bisa sampai ke tangan banyak pembaca, khususnya guru dan pelajar. Semoga karya ini dapat menjadi ruang refleksi, menumbuhkan minat baca, sekaligus mengajak pembaca melihat kehidupan dari berbagai sudut pandang," ujarnya.

Sebagai pegiat literasi, Joel juga meyakini bahwa tugas seorang penulis tidak berhenti setelah buku diterbitkan. Menurutnya, karya harus terus dihadirkan di tengah masyarakat melalui rumah baca, pustaka nagari, maupun kegiatan literasi seperti bedah buku.

Di tengah dominasi era digital, ia menilai buku cetak tetap memiliki daya tarik yang tidak tergantikan. Membaca dan mendiskusikan buku menjadi salah satu cara efektif untuk membangun daya pikir kritis, terutama di kalangan generasi muda. "Di era gadget seperti sekarang, pesona buku cetak tetap penting. Membaca dan membedah karya adalah proses yang melatih kemampuan berpikir kritis. Ini menjadi bekal yang sangat dibutuhkan oleh Generasi  dalam menghadapi tantangan masa depan," katanya.

Joel Pasbar telah aktif berkarya secara profesional di dunia kepenulisan sejak tahun 2014. "Sepotong Bulan di Saku Aruna" merupakan buku kelimanya, sementara buku keenam kini sedang menunggu proses penerbitan. Kegiatan bedah buku pada 11 Juli 2026 akan menghadirkan Camat Talamau, Fakhrida Revalianti, dan Denni Meilizon sebagai narasumber, dengan Rolan Mangkuto sebagai moderator.

Melalui kegiatan ini, Forum Pegiat Literasi Pasaman Barat berharap lahir semangat baru untuk mencintai buku sekaligus membuktikan bahwa dari lereng Gunung Talamau pun dapat lahir karya-karya sastra yang mampu menginspirasi dan mengharumkan nama daerah.

( D R S )

Tags

advertisement centil

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.