logo

Di Tengah Beragam Tafsir, Warga Jorong Tombang Sambut Kunjungan Andre Rosiade dengan Harapan Besar

 


Pasaman Barat One Detik — Minggu, 18 Januari 2026 Kunjungan Anggota DPR RI asal Sumatera Barat, Andre Rosiade, ke sejumlah daerah di Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, belakangan menuai beragam tafsir di ruang publik. Bahkan, tak sedikit pihak yang diduga keliru menafsirkan maksud dan tujuan kunjungan tersebut, sehingga memunculkan persepsi yang tidak sepenuhnya mencerminkan realitas di lapangan.

Namun, suasana berbeda justru terlihat di Jorong Tombang, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau. Di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan pembangunan itu, rencana kedatangan Andre Rosiade disambut dengan antusiasme, harapan, dan optimisme oleh masyarakat setempat.

Penegasan tersebut tercermin jelas dari kondisi di lapangan. Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya spanduk, baliho, selebaran, maupun simbol-simbol lain yang mengarah pada penolakan terhadap rencana kunjungan Andre Rosiade di Jorong Tombang. Aktivitas warga yang berlangsung murni berupa pertemuan internal masyarakat, tanpa atribut provokatif atau embel-embel penolakan dalam bentuk apa pun. Situasi tetap kondusif, tertib, dan berlangsung dalam suasana kekeluargaan.

Warga Jorong Tombang berkumpul secara bersama-sama bukan untuk menolak atau mempersoalkan kunjungan tersebut, melainkan sebagai bentuk kegembiraan dan harapan besar atas kehadiran salah satu tokoh Sumatera Barat yang kini berkiprah di tingkat nasional sebagai wakil rakyat di DPR RI. Tidak ada kesepakatan ataupun gerakan terorganisir untuk menolak kehadiran Andre Rosiade. Sebaliknya, yang berkembang justru keinginan kolektif agar kunjungan tersebut menjadi momentum penyampaian aspirasi masyarakat secara langsung.

Tokoh masyarakat Jorong Tombang, Sardi Usman, menegaskan bahwa pertemuan warga murni dilandasi semangat kebersamaan dan keinginan kuat agar daerah mereka tidak lagi tertinggal dari wilayah lain. “Kami berkumpul bukan untuk menolak kehadiran Bapak Andre Rosiade. Justru kami merasa senang dan besar hati mendengar rencana kunjungan beliau. Sudah lama masyarakat Jorong Tombang menunggu perhatian nyata, karena kami merasakan langsung ketertinggalan yang cukup jauh, terutama di bidang pendidikan, kualitas sumber daya manusia, ekonomi, dan infrastruktur,” ujar Sardi Usman.

Ia menjelaskan, keterbatasan infrastruktur selama ini berdampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Akses jalan dan jembatan yang belum memadai menyebabkan mobilitas warga terhambat, distribusi hasil pertanian tidak optimal, serta menyulitkan anak-anak untuk menjangkau fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan. “Anak-anak kami harus menempuh jarak yang jauh dengan kondisi jalan yang tidak layak. Ini tentu memengaruhi semangat belajar dan kualitas pendidikan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, kesenjangan akan terus berulang dari generasi ke generasi,” jelasnya.


Selain infrastruktur, Sardi Usman juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang masih bertumpu pada sektor tradisional dengan keterbatasan akses pasar dan permodalan.“Ekonomi masyarakat di sini masih berjalan apa adanya. Hasil pertanian sulit keluar karena akses jalan terbatas. Biaya angkut mahal, harga jual rendah, dan itu berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga. Padahal, potensi sumber daya alam di wilayah kami cukup besar jika dikelola dengan baik dan sesuai aturan,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, masyarakat Jorong Tombang juga berharap agar penyampaian aspirasi kepada wakil rakyat dari pusat dapat membuka ruang pembahasan yang lebih serius terkait legalitas dan kepastian hukum pengelolaan potensi sumber daya alam melalui skema Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Harapan tersebut disampaikan sebagai upaya mencari solusi yang sah, teratur, dan berpihak pada kepentingan masyarakat, sehingga aktivitas ekonomi yang ada dapat diarahkan ke dalam koridor hukum yang jelas, diawasi oleh negara, serta tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Menanggapi berbagai isu yang berkembang, termasuk dugaan adanya aktivitas ilegal di wilayah Jorong Tombang, Sardi Usman menegaskan bahwa masyarakat tidak ingin terjebak dalam polemik yang justru menghambat lahirnya solusi.“Kami tidak ingin terjebak dalam perdebatan berkepanjangan. Yang kami harapkan adalah solusi nyata. Pembangunan harus berjalan sesuai aturan, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Fokus kami adalah bagaimana ekonomi warga bisa bangkit, pendidikan membaik, dan masa depan anak-anak kami lebih terjamin,” tegasnya.

Ia berharap kehadiran wakil rakyat dari pusat dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara masyarakat dan pemerintah, sehingga aspirasi yang selama ini hanya menjadi wacana dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan yang konkret dan berkelanjutan.“Kami optimistis, dengan niat baik dan komunikasi yang terbuka, Jorong Tombang bisa keluar dari keterisolasian. Kami ingin daerah kami maju, masyarakat sejahtera, dan anak-anak kami memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Bagi masyarakat Jorong Tombang, kunjungan wakil rakyat dari pusat dipandang sebagai momentum penting untuk membuka ruang dialog konstruktif serta mendorong percepatan pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

( D R S )

Tags

advertisement centil

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.