PASAMAN BARAT, ONE DETIK — Sabtu, 15 Agustus 2026 — Bencana gempa bumi yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Simalungun, Sumatera Utara, menjadi perhatian bersama. Menyikapi kondisi tersebut, Ketua PMI Pasaman Barat H. M. Ihpan bersama Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Pasaman Barat Zulkarnaien mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, namun terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.
Ketua PMI Pasaman Barat, H. M. Ihpan, menyampaikan duka dan keprihatinan yang mendalam kepada masyarakat yang terdampak gempa. Ia berharap seluruh masyarakat di wilayah terdampak diberikan keselamatan, kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
“Atas nama PMI Pasaman Barat, kami menyampaikan duka dan keprihatinan yang mendalam atas musibah gempa bumi yang terjadi di NTT dan Sumatera Utara. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan, kekuatan dan perlindungan,” ujar H. M. Ihpan.
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Karena itu, masyarakat Pasaman Barat diminta tidak larut dalam kepanikan, tetapi menjadikan setiap informasi kebencanaan sebagai momentum untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Pasaman Barat untuk tetap tenang dan tidak panik. Tingkatkan kewaspadaan kita dalam menghadapi setiap potensi ancaman bencana. Pantau terus informasi dan pembaruan dari instansi yang berwenang serta jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi,” tegasnya.
Senada dengan PMI, Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Pasaman Barat, Zulkarnain, meminta masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama melalui media sosial.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, tetapi tetap waspada. Jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang sumbernya tidak jelas. Ikuti perkembangan situasi melalui BMKG, BPBD dan instansi resmi lainnya,” ujar Zulkarnaien.
Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Warga diharapkan mengetahui langkah penyelamatan diri ketika gempa terjadi, mengenali lokasi yang aman, serta memastikan jalur evakuasi dan titik kumpul dapat diakses dengan baik.
“Kesiapsiagaan bukan berarti kita harus takut terhadap bencana. Kesiapsiagaan adalah bagaimana kita mampu mengambil tindakan yang tepat ketika bencana terjadi. Yang terpenting adalah tetap tenang, lindungi diri, dan setelah guncangan berhenti segera menuju tempat yang aman,” jelasnya.
PMI dan BPBD Pasaman Barat juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan foto, video maupun informasi yang belum jelas kebenarannya karena dapat menimbulkan keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat.
Kedua lembaga tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah nagari, relawan, organisasi kemanusiaan dan pemangku kepentingan lainnya untuk terus memperkuat budaya sadar dan siaga bencana di Pasaman Barat.
Masyarakat juga diminta untuk saling mengingatkan, membantu kelompok rentan, serta selalu mengutamakan keselamatan diri dan keluarga dalam menghadapi setiap potensi bencana.
Pesan PMI dan BPBD Pasaman Barat jelas: jangan panik, tetap tenang, tingkatkan kewaspadaan, pastikan informasi berasal dari sumber resmi, dan selalu siap menghadapi setiap kemungkinan bencana.
( D R S )

