Pasaman Barat One Detik – Bagi masyarakat Kecamatan Talamau, Jalan lintas provinsi Simpang Empat–Talu bukan sekadar jalur penghubung. Jalan sepanjang sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Pasaman Barat ini adalah urat nadi kehidupan. Dari aktivitas ekonomi, distribusi kebutuhan pokok, hingga akses pendidikan dan layanan kesehatan, semuanya bergantung pada satu jalur ini.
Masalahnya, jalan vital tersebut menyimpan risiko besar. Ruas Kajai hingga Talu berada di sisi sungai dan diapit perbukitan curam. Saat hujan turun, ancaman longsor selalu membayangi. Kondisi ini kian terasa menyesakkan karena hingga kini belum ada jalur alternatif yang bisa menjadi pilihan ketika akses utama terganggu.
Kondisi tersebut menyita perhatian Theo Satria, SH, MH, Anggota DPRD Pasaman Barat Dapil I. Ia menilai ketergantungan pada satu akses dengan tingkat risiko tinggi bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kenyamanan hidup masyarakat.“Ini bukan soal jalan rusak atau macet. Ini soal keselamatan. Saat hanya ada satu akses dan risikonya tinggi, masyarakat berada di posisi paling rentan,” ujar Theo.
Menurutnya, kehadiran jalur alternatif sudah saatnya menjadi prioritas bersama. Bukan hanya sebagai solusi ketika bencana terjadi, tetapi juga sebagai langkah antisipasi jangka panjang agar aktivitas warga tidak lumpuh sewaktu-waktu.“Bayangkan jika longsor terjadi dan jalan ini terputus. Aktivitas ekonomi berhenti, layanan kesehatan terganggu, bahkan kebutuhan dasar bisa terlambat sampai. Jalur alternatif adalah jawaban agar semua itu tidak terjadi,” tambahnya.
Theo memastikan pihaknya di DPRD akan terus mengawal dan mendorong percepatan realisasi pembangunan jalur alternatif tersebut. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi agar rencana ini tidak berhenti di atas kertas.
Dengan adanya jalur alternatif, masyarakat Talamau diharapkan tak lagi dihantui rasa cemas setiap kali hujan deras turun. Lebih dari sekadar membangun jalan baru, kehadiran akses pengganti ini diharapkan membawa rasa aman, kepastian mobilitas, dan ketenangan bagi warga yang selama ini bergantung pada satu-satunya jalan dengan risiko tinggi.
( D R S )

