Pasaman Barat One Detik — Hingga empat pekan pascabencana longsor yang melanda Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat, upaya pemulihan psikologis bagi korban selamat masih perlu mendapat perhatian berkelanjutan. Satu keluarga korban yang berjumlah sembilan jiwa diketahui masih mengalami trauma berat akibat peristiwa longsor yang nyaris merenggut keselamatan mereka.
Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya sebatas pemulihan fisik dan infrastruktur, tetapi juga menyangkut aspek psikologis korban, terutama bagi keluarga yang mengalami langsung ancaman maut. Pendampingan trauma healing secara profesional dinilai penting agar korban dapat kembali merasa aman dan menjalani kehidupan secara normal.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, dr. Gina, menjelaskan bahwa dukungan psikososial di wilayah terdampak bencana telah dilaksanakan sejak awal kejadian. Trauma healing dilakukan oleh relawan psikolog yang difasilitasi Puskesmas, khususnya di lokasi pengungsian wilayah Pasanggiang Nagari Talu.
Namun untuk Nagari Sinuruik, pendampingan terhadap korban selamat belum dapat dilaksanakan pada tahap awal. Hal ini disebabkan keterbatasan relawan psikolog dari luar daerah yang terkendala padatnya jadwal serta akses menuju lokasi bencana.“Untuk Nagari Sinuruik, petugas Puskesmas akan segera melaksanakan pemberian pendampingan dan dukungan psikososial kepada keluarga korban,” ujar dr. Gina saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Dengan adanya langkah lanjutan ini, diharapkan pemulihan psikologis korban dapat segera terwujud. Ke depan, sinergi lintas sektor dalam penanganan pascabencana dinilai penting agar seluruh korban, termasuk yang berada di lokasi terpencil, tetap mendapatkan layanan pemulihan secara menyeluruh dan tepat waktu.
( D R S )

