logo

Tabek Sirah Talu Genjot Ketahanan Pangan, 40 Persen Lahan Telah Digarap dan Ditanami


Pasaman Barat – Nagari Tabek Sirah Talu, wilayah baru hasil pemekaran di Kabupaten Pasaman Barat, menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Dari total 200 hektare lahan pertanian yang dikelola oleh 18 kelompok tani, hingga pertengahan Mei 2025, sebanyak 40 persen lahan telah berhasil digarap dan ditanami.

Penyuluh pertanian Tabek Sirah, Weldia Putra, SP, menyampaikan bahwa percepatan tanam ini dilakukan tidak hanya karena kebutuhan produksi, tetapi juga mempertimbangkan kondisi cuaca dan peluang pasar. "Kita targetkan tanam selesai pertengahan Juni, karena curah hujan masih stabil dan harga gabah serta beras di pasar sedang tinggi. Ini momentum bagus agar petani bisa memperoleh keuntungan maksimal. Bersama kita bisa, bersatu kita maju," ujar Weldia penuh semangat.

Sementara itu, Penjabat Wali Nagari Tabek Sirah Talu, Refqi Jufri, A.Md, menegaskan bahwa percepatan ini diarahkan sepenuhnya untuk mendorong peningkatan ekonomi para petani.  “Pemerintah nagari hanya sebagai fasilitator. Melalui BUMNag dan Koperasi Merah Putih nantinya , kami bantu petani dalam penyediaan sarana produksi, permodalan, dan pemasaran hasil. Fokus utama kami adalah kesejahteraan petani dan kelompoknya, bukan lembaga,” ujarnya.

Namun, tidak semua kelompok tani telah bergerak. Beberapa masih menghadapi kendala internal, meskipun pemerintah nagari telah berupaya memenuhi kebutuhan yang disampaikan dalam rapat-rapat kelompok.“Kita harap masalah internal ini segera terselesaikan, agar semua kelompok bisa bergerak serentak,” tambah Refqi.

Lebih lanjut, pemerintah nagari juga telah mensosialisasikan kebijakan baru dari Kementerian Pertanian bahwa bantuan hanya akan diberikan kepada kelompok tani yang memiliki Indeks Pertanaman (IP) minimal 2.0, yaitu melakukan tanam dua kali setahun. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong percepatan tanam dan peningkatan produktivitas lahan. Keberhasilan sejauh ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari kepala jorong, Badan Musyawarah (Bamus), para penyuluh, hingga niniak mamak yang aktif memotivasi petani. Semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi fondasi utama dalam membangun nagari baru ini.

Selain fokus pada pertanian, Nagari Tabek Sirah Talu juga mulai mengembangkan sektor perkebunan, khususnya kopi dan pinang, sebagai alternatif sumber ekonomi masyarakat. Pj. Wali Nagari berharap ada dukungan serius dari dinas terkait dalam bentuk pelatihan, pengadaan bibit, hingga akses pemasaran.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 4.000 jiwa dan 820 Kepala Keluarga, Tabek Sirah Talu terus menegaskan diri sebagai nagari yang siap mandiri dan maju. Program percepatan tanam ini juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. “Kami ingin Tabek Sirah menjadi contoh bagi nagari-nagari lain dalam mengelola pertanian secara terarah, partisipatif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tutup Refqi Jufri.

(DRS)

Tags

advertisement centil

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.