Pasaman Barat ,One Detik– Pasca bencana longsor yang terjadi sekitar tiga hingga empat minggu lalu, akses jalan Lapau Durian menuju Jorong Tombang, Jorong Harapan Tinggam, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, masih membutuhkan percepatan penanganan. Longsor tersebut menghancurkan badan jalan dan memutus akses utama masyarakat yang selama ini menjadi urat nadi transportasi dan distribusi logistik.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Bupati dan Wakil Bupati telah melakukan langkah cepat dan maksimal sejak kejadian. Hingga saat ini, pembukaan badan jalan dan pengerasan telah rampung sepanjang kurang lebih 200 meter. Namun demikian, masih tersisa sekitar 200 meter lagi yang membutuhkan penanganan lanjutan agar akses kembali normal sepenuhnya.
Terputusnya akses jalan ini berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat Jorong Tombang. Biaya transportasi logistik melonjak tajam karena barang kebutuhan pokok harus dipikul melewati bekas longsoran. Ongkos angkut bahkan mencapai Rp 50.000 untuk setiap sekali pikul, kondisi yang sangat memberatkan warga.
Salah seorang warga jorong tombang Supri Nasution membenarkan situasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa warga Jorong Tombang saat ini merasakan dampak besar akibat terputusnya akses jalan. “Inilah yang dirasakan warga kita di Jorong Tombang. Biaya logistik sangat tinggi, sementara kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi,” ujarnya.
Meski demikian, Pemerintah Daerah Pasaman Barat menegaskan bahwa penanganan yang dilakukan saat ini sudah maksimal dan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Sejak pasca bencana, dinas terkait terus bekerja melakukan pembukaan jalan dan pengerasan secara bertahap.
Kendala utama dalam percepatan pekerjaan dipengaruhi oleh faktor cuaca yang belum stabil. Curah hujan yang masih cukup tinggi di wilayah Kecamatan Talamau kerap menghambat proses pengerjaan, baik dari sisi keselamatan pekerja maupun efektivitas pengerasan jalan.
Selain faktor cuaca, akses pengangkutan material juga menjadi tantangan tersendiri. Material pengerasan harus didatangkan melalui jalur lintas Talu–Simpang Empat, yang kondisi jalannya turut terpengaruh cuaca dan retakan yang mengancam transportasi di polongan enam talu Hal ini menyebabkan mobilisasi material tidak dapat dilakukan secara optimal dalam waktu singkat.
Pemerintah daerah memastikan percepatan akan terus dilakukan seiring membaiknya cuaca dan kondisi akses jalan utama. Pemda Pasaman Barat berkomitmen menuntaskan sisa ruas jalan terdampak longsor agar akses transportasi kembali normal dan beban masyarakat Jorong Tombang, Nagari Sinuruik, dapat segera teratasi pasca bencana.
( D R S )

